Return to the INDONESIAN ArchiveForward to the Current INDONESIAN discuss

bennylinSunday 28th of November 2004 11:48:22 AM
Learn to Read Indonesian - YOGYA PLAZA DAN ARWAH GENTAYANGAN


Bagi Anda yang bermukim di kawasan metropolitan Jakarta nama
Yogya Plaza tentu tidak asing bagi Anda. Yogya Plaza merupakan sebuah
pusat perbelanjaan yang musnah dilalap jago merah akibat kerusuhan
sekitar pertengahan Mei 2000 yang lalu. Pusat perbelanjaan yang
terletak di Klender, Jakarta Timur ini memang kini tinggal kenangan
setelah menjadi sasaran penjarahan dan pembakaran massa yang menelan
ratusan korban jiwa.

Sementara korban yang selamat antara lain seorang bocah kecil yang
masih duduk di bangku kelas satu SD. Ankak itu selamat karena saat
terjadi kebakaran ia masuk ke dalam bak mandi yang penuh air selama
tiga hari. Seiring dengan padamnya api yang membakar gedung tersebut,
beberapa orang kemudian mencoba mencari para korban telah menemukannya
di dalam bank mandi dan segera mengentasnya dari tempat tersebut.
Ajaib!

Beberapa sumber mengungkap tempat itu dulunya sangat angker. Hal
tersebut karena dari seringnya kejadian aneh yang sering terjadi
di lokasi tersebut. Masih menurut sumber tersebut, sesudah peristiwa
tragis tadi, nampaknya tempat itu kini telah menjadi sebuah bangunan
kosong yang konon dihuni arwah gentayangan. Tak terhitung kejadian-
kejadian aneh dan janggal yang pernah dialami beberapa orang, saat
sedang melewati gedung itu.

Pernah warga melihat peristiwa aneh, sebuah bus metromini melintas
dengan membawa penumpang berisi mayat dan tengkorak di dalamnya.
Hingga hari berganti hari tempat ini dikenal angker dan jarang
dilewati orang. Menurut penuturan M.Najib(30) banyak pedagang
kakilima yang takut melewati tempat ini.

Biasanya ada juga seseorang yang sering memanggil untuk menyetop
mobil, setelah berhenti ternyata orangnya tidak ada. Kejadian lainnya
dialami salah seorang penjual nasi goreng yang bertemu hantu setengah
badan, hantu ini hanya nampak dari perut ke atas dengan wujud yang
sangat mengerikan. Pakaian dan wajahnya hangus seperti habis terbakar.
Sedangkan potongan badan dari perut ke bawah hilang tak berbekas.

Ketika itu Pur (28) sedang pulang dari jualan nasi goreng. Dengan
gerobak dorongnya ia berjalan agak santai. Kurang lebih pukul
01.30WIB ia melintas di depan gedung kosong itu, tiba-tiba ada suara
memanggil ‘bang nasinya bang”. Setelah menoleh ternyata tak ada orang
sama sekali. Padahal menurutnya jelas-jelas ada orang memanggil.
Ia mencoba berusaha membuang jauh-jauh perasaan yang mengganjal di
benaknya. Tetapi semakin ia mencoba, bulu kuduknya semakin berdiri.
Setelah beberapa meter ia melewati bangunan kosong tersebut, tiba-tiba
nampak seseorang sedang berdiri di pinggir jalan dengan tubuh dan
pakaian seperti habis terbakar.

Pur terus mengamati sosok itu dengan seksama dan kelihatan semakin
jelas, sosok itu tidak mempunya kaki, yang nampak hanya anggota badan
dari perut kebawah dan tidak ada. Tahu kalau sosok itu berdiri melayang
dengan tidak menggunakan kaki, tanpa pikir panjang lagi Pur langsung
ambil langkah seribu. Sampai hari-hari berikutnya penjual nasi goreng
itu masih trauma dengan kejadian dan belum berani berjualan seperti
biasanya.

Karena sekitar tempat ini banyak memberikan hasil bagi para pedagang
kaki lima, khususnya pedagang makanan, mereka berusaha melawan
ketakutan itu secara bersama-sama yaitu dengan berjalan berbarengan,
kadang-kadang sampai sepuluh orang, yang pasti mereka enggan bahkan
takut kejadian serupa terulang lagi, seperti yang pernah dialami
teman seprofesinya ketika berjalan sendirian.

Kejadian-kejadian aneh itu menurut warga setempat sebagai akibat dari
penjarahan dan pembakaran, yang jenazahnya tak dapat diidentifikasi
lalu arwahnya gentayangan. Anggapan tersebut juga banyak yang
membenarkan. Seiring dengan perjalanan waktu, sekarang tempat ini
mulai diperbaiki dan diganti namanya. Ini mungkin diharapkan dapat
mengubah image minor masyarakat tentang keangkerannya dan agar dapat
menambah perkembangannya. Namun trauma dari masyarakat yang masih
membekas, apalagi yang pernah mengalami kejadian tersebut, sangat
sulit untuk dihilangkan. Sehingga keramaian pengunjung pun tak
seperti saat Yogya Plaza masih berdiri dan belum dijarah dan
dibakar massa.

Meskipun tempatnya sudah terang dan ramai pengunjung, sosok-sosok
gaib itu masih suka bikin ulah, seperti yang dialami seorang pembeli
ketika sedang belanja di situ. Diceritakan Nadjib, ketika awal mula
dibukanya supermarket ini ada seorang pembeli yang sedang membeli
baju dan celana. Setelah sampai di rumah, bungkusan itupun dibuka
dan dan ternyata isinya bukan baju dan celana yang dibelinya,
melainkan sebuah kain kafan putih yang biasa digunakan untuk
membungkus mayat. Dan ternyata hal serupa dialami banyak orang
dimana banyak barang belian berubah menjadi kain kafan.

Kejadian serupa juga dialami lagi pedagang kaki lima yang biasa
menjual soto. Ketika ia sedang mengambil air untuk keperluannya
sehari-hari dalam berjualan. Saat mengambil air di salah satu kran
dekat mall, ia tidak merasakan apa-apa, bahkan airnya sangat bersih
sebab dari PAM. Sesampainya di tempat jualan ia dibikin kaget bukan
kepalang karena air yang diambilnya berubah semua mejadi busa atau
buih.

Boleh percaya, boleh tidak. Sosok-sosok gaib itu ternyata masih
bergentayangan di tempat ini, meski bangunan ini sudah diperbaiki dan
resmi dibuka. Ini mengingat dulu saat pencarian dan pengidentifikasian
korban yang dilakukan aparat, banyak mengalami kendala karena korban
ada yang hanya tinggal tangannya saja, kepala saja serta banyak lagi
potongan-potongan tubuh yang berserakan tak karuan. Sungguh, tak dapat
dibayangkan betapa tersiksanya arwah-arwah gentayangan yang belum bisa
beristirahat dengan tenang.


Sarikata.com - Intisari Cerita Indonesia
http://www.sarikata.com

_________________________

okay, same with the last article, you're all welcome to ask me if there is any hard translation, or hard pronounciation. this time the theme is 'mystery' so there is ghost, etc. :D

okay, first thing to ask, what's the title means. you can also post here the translation meaning, and i'll correct it for you.

have a good reading!
bennylinTuesday 14th of December 2004 08:00:13 PM
- [quote]
YOGYA PLAZA DAN ARWAH GENTAYANGAN


Bagi Anda yang bermukim di kawasan metropolitan Jakarta nama
Yogya Plaza tentu tidak asing bagi Anda. Yogya Plaza merupakan sebuah
pusat perbelanjaan yang musnah dilalap jago merah akibat kerusuhan
sekitar pertengahan Mei 2000 yang lalu. Pusat perbelanjaan yang
terletak di Klender, Jakarta Timur ini memang kini tinggal kenangan
setelah menjadi sasaran penjarahan dan pembakaran massa yang menelan
ratusan korban jiwa.

Sementara korban yang selamat antara lain seorang bocah kecil yang
masih duduk di bangku kelas satu SD. Anak itu selamat karena saat
terjadi kebakaran ia masuk ke dalam bak mandi yang penuh air selama
tiga hari. Seiring dengan padamnya api yang membakar gedung tersebut,
beberapa orang yang kemudian mencoba mencari para korban menemukannya
di dalam bank mandi dan segera mengentasnya dari tempat tersebut.
Ajaib!
[/quote]

list of new words:

Yogya Plaza = a Supermarket name in Jakarta, Indonesia
arwah gentayangan = wandering spirits

PARAGRAPH 1

bagi Anda = lit. for you (plural), can also means 'for whoever that ...'
bermukim (mukim) = (active)stays
kawasan metropolitan = metropolitan area
... tentu tidak asing bagi Anda = you must be familiar with ... (anyone have better translation?)

merupakan (rupa) = is, was, were, are, (even 'am').
sebuah (buah) = a, one
pusat perbelanjaan (belanja) = store, market (usually a big one, sell anything)
musnah = (passive)destroyed
dilalap (lalap) = (passive)destroyed, defeated
"si jago merah" = an idiom phrase for 'fire'; lit. the red rooster
akibat = as a result of, caused by, because of
kerusuhan (rusuh) = riot
sekitar = about
... yang lalu = last ...

terletak (letak) = (passive)located
memang = indeed, for sure
kini tinggal kenangan = now become a memory
setelah (telah) = after
menjadi (jadi) = (active)become
sasaran penjarahan dan pembakaran (sasar, jarah, bakar) = looting(or pillage, plunder) and burning target
massa = masse
menelan (telan) = (active)swallow
ratusan korban jiwa = hundreds of (life) victims

PARAGRAPH 2

korban = victim
selamat = (passive)survived
antara lain = among others
bocah kecil = little boy (or girl, since Indonesian doensn't use too much gender in the noun)
masih duduk di bangku kelas satu SD = still in the first year of elementary school
-masih duduk: lit. still sit
-bangku: chair
-kelas satu: first grade
-SD (Sekolah Dasar): elementary school

anak itu = that boy (or girl)
saat terjadi kebakaran (jadi, bakar) = when the fire happened
ia (from the word "dia") = he (or she)
masuk ke dalam = (active) lit. enter into, but here means 'jump into'
bak mandi = bathub
yang penuh air = filled with water (or 'full of water')
selama tiga hari = for three days

seiring dengan ... = as ...
padamnya (padam) = (passive)the extinguished
api membakar gedung tersebut = fire that burn the building (or that building)
beberapa orang (berapa) = several people
kemudian (?) = then
mencoba mencari (coba, cari) = try to search
para = (a group of)
menemukannya (temu) = (active)found him / her (-nya refers to the children)
segera = very soon, immediately, right away, soon
mengentasnya (entas) = (active)get him / her out from water (specifically from water)
tempat tersebut (sebut) = that place

Ajaib! = It's a miracle!

i put whether (active) or (passive) in front of every Indonesian verb because Indonesian verb are very rich an unique,
but it's not hard to know the pattern, and once you know it, you don't have to memorize many words, just the base-verb only,
and you can build many words from one base-verb.
also i put the base-word of every complex-word listed above

anybody wants to comment before i post the next pharagraphs?